Senin, 05 Juli 2010

Distributor atau petani yang diuntungkan...??

SENANDUNG LIRIH PERTANIAN INDONESIA


Indonesia yang katanya Negara yang subur makmur, gemah ripah loh jinawi, bahkan ada senandung lirik lagu :

bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada badai tiada ombak kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah sorga,Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Itu adalah cuplikan lirik lagu yang menggambarkan kesuburan dan kemakmuran bangsa kita.

Tetapi apa yang terjadi..??

Pemberian pupuk kimia yang berlangsung puluhan tahun membuat rusaknya tekstur tanah, akibatnya tanaman menderita. Dan mudah terserang hama penyakit.

Suplay pupuk yang tidak wajar. Untuk MK1 tahun 2010 paket pupuk urea mencapai 400 Kg/ha + Za 200 Kg/ha + NPK (ponska) 150 kg/ha. Alangkah banyaknya kandungan Nitrogen dalam paket tsb...? aneh... belum lagi di tambah curah hujan yang tinggi sehingga Nitrogen alam dapat larut di air hujan. Coba bayangkan berapa unsur N yang terpapar oleh keadaan ini...? yang biasanya urea hanya sekitar 200 kg/ha.

Sebuah angka yang diluar kewajaran..

ditambah lagi ada aksi ambil untung dari kenaikan harga tgl 9 april lalu, dimana para distributor menimbun pupuk sebelum tgl kenaikan harga. sedangkan saat itu petani sudah mulai menanam.

sehingga walaupun dengan dosis wajar tetapi pemberian dalam sekaligus banyak maka menambah dampak kerusakan padi.


Jangan salahkan petugas di level bawah/lapangan jika terkena serangan hama Wereng batang coklat, wereng hijau, Sundep/beluk, ulat grayak, Ganjur, Tikus, Lalat Bibit, Keong mas, Kresek (BLB), Blast, Hawar Pelepah, Hawar daun, Busuk Leher, Tungro, Kerdil Rumput/Hampa. dsb .

Yang secara signifikan sangat mengurangi produktivitas dan kualitas panen.

bahkan tidak sedikit petani yang mengulami tandur padi atau menyulami padi yang terserang hama penyakit. semakin berat saja beban biaya petani tsb.

Bayangkan kesulitan petani akan hal ini.

Siapakah yang bertanggung jawab..?